Kewajiban dan Hukum Seorang Anak Melaksanakan Ibadah Haji atau Umroh

Travel Umroh Terbaik Bagaimana sih kewajiban dan hukum seorang anak melaksakan haji atau umroh? Pergi ke tanah suci membawa anak – anak bukanlah hal yang asing bagi kita semua, membawa mereka dengan tujuan tak tega meninggalkan mereka di kampung halaman bersama orang lain, dan memberikan mereka pengalaman yang sangat berharga kepada sang anak mengingat usia yang terbilang masih kecil.

A Muslim pilgrim walks with his son along the road in the Mina valley five kilometres (three miles) east of the Saudi Arabian holy city of Mecca, on November 14, 2010, as some 2.5 million Muslim pilgrims descend on the holy city for the annual Hajj pilgrimage. The passage to Mina marks the official launch of the hajj on the eighth day of the Muslim calendar month of Dhul Hijja. The day is known as Tarwiah (Watering) as pilgrims in the past stopped at Mina to water their animals and stock up for the trip to Mount Arafat. AFP PHOTO / MUSTAFA OZER (Photo credit should read MUSTAFA OZER/AFP/Getty Images)

Terus menurut Islam sendiri bagaimana hukum melaksanakan ibadah haji dan umrah bagi anak – anak? Dan bila anak itu Haji! Setelah anak itu dewasa dan mampu apakah anak itu masih berkewajiban menunaikan ibadah haji?
Ketika seorang anak akan menunaikan ibadah haji tentu ada beberapa syarat yang harus dia penuhi, yang di sebut dengan syarat wajib haji. Syarat ibadah haji adalah syarat yang wajib di penuhi dalam melaksanakan ibadah haji dan bila ada salah satu syarat yang masih belum terpenuhi dia belum berkewajiban untuk melakukan ibadah haji.

Salah satu syarat yang harus di penuhi adalah balig. Anak kecil tidak pernah memdapatkan perintah ibadah selama anak itu belum balig. Bagai mana sabda Rasulullah SAW.

Pena diangkat (kewajiban tidak diberlakukan) terhadap tiga (golongan), terhadap anak kecil hingga baligh, terhadap orang gila hingga sadar (sembuh), dan dari orang tidur hingga bangun.” (HR. Abu Daud, 4403 dan Ibnu Majah, 2041).

Dari Ibnu ‘Abbas: “Ada seorang wanita mengangkat seorang anak kecil kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Apakah ada haji bagi anak ini?’ Beliau menjawab, ‘Ya dan bagimu pahalanya.” [Shahiih Muslim; II/974, no. 1336]

Dari hadist di atas menjelaskan bahwa anak kecil tidak memiliki kewajiban untuk menunaikan ibadah haji, sebelum dia balig. Tetapi bila ada seorang anak yang melakukan ibadah Haji, Hajinya tetap sah dan akan mendapatkan pahala seperti yang telah di jelaskan pada hadist di atas.

Terus bagaimana kewajiban mereka beribadah haji ketika dewasa?

Setelah ia dewasa, berkeluarga, dan mampu apakah mereka masih berkewajiban untuk menunaikan ibadah haji lagi?

“Anak kecil mana saja yang menunaikan ibadah haji lalu ia baligh, maka ia wajib menunaikan ibadah haji lagi. Dan budak mana saja yang menunaikan ibadah haji lalu dia merdeka, maka ia wajib menunaikan ibadah haji lagi.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no:986 dan Baihaqi V:156).

Dari keterangan hadist di atas dapat kita simpulkan bahwa menunaikan ibadah haji saat masih anak – anak tidak mengugurkan kewajiban mereka untuk berhaji ketika mereka sudah dewasa. Jadi ketika anak itu sudah dewasa dia masih memiliki kewajiban untuk menunaikan ibadah Haji.

Mungkin hanya sekian mengenai penjelasan tentang kewajiban dan hukum seorang anak melaksanakan ibadah Haji atau Umroh. Mohon maaf atas atas segala kekurangan dari penjelasan yang kami paparkan di atas, dan mungkin ada tutur kata yang kurang berkenan di hati. Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + 6 =