Masjid Agung Bursa (Masjid Ulu Cami)

Umroh Plus Turki-Masjid Agung Bursa (Masjid Ulu Cami) – Bursa adalah salah satu kota tua di Turki yang memiliki peranan teramat penting bagi sejarah Turki, sekaligus juga merupakan kota terbesar ke-4 setelah Istanbul, Ankara, dan Izmir. Bursa adalah kota tempat Turki Usmani atau Dinasti / Emperium / Kekaisaran / Ke-Khalifahan Usmaniyah berawal. Di Kota Bursa ini juga, menjadi tempat peristirahatan terakhir pendiri Emperium Usmaniyah, Osman dan putra Orhan Gazi.

Lokasi Bursa yang cukup dekat dengan Konstantinopel (kini Istanbul), telah menjadi pilihan lokasi yang strategis oleh para penguasa baik dari bangsa Arab maupun Seljuk yang memang berlomba-lomba untuk bisa menaklukan Konstantinopel saat itu. Bursa terletak di Turki bagian barat, di tepian laut Marmara yang memisahkannya dengan Istanbul. Bursa juga merupakan wilayah Turki yang berada di tanah Benua Asia. Selain dikenal sebagai kota bersejarah, Bursa juga merupakan kota industri dan sudah menjadi semacam sentranya industri otomotif bagi berbagai merek mobil Eropa. Dari Istanbul yang dikenal luas sebagai “ibukotanya Turki” di Eropa, Bursa dapat dicapai melalui perjalanan darat dan ferry penyeberangan sekitar 4 jam perjalanan.

Bursa menjadi salah satu destinasi favorit turis karena menyimpan banyak peninggalan sejarah Islam. Selain dari panorama kotanya yang indah, Bursa juga sangat layak dijadikan objek wisata sejarah sebab di kota ini sangat kaya akan monumen keagamaan. Banyak tempat-tempat bersejarah yang bisa dikunjungi disana. Seperti masjid-masjid yang menjadi tujuan wisata, salah satunya adalah Masjid Agung Bursa atau Masjid Ulu Camii Bursa. Siapa yang tidak mengenalnya, paling tidak kita pernah mendengar nama Masjid Agung Bursa ini yang merupakan masjid terbesar di Turki.

Masjid Agung Bursa atau Bursa Grand Mosque atau Bursa Ulu Camii adalah masjid tua yang berada di kota Bursa. Lokasi masjid ini berada di Atatürk Boulevard di kawasan kota tua Bursa. Dibangun dengan perpaduan gaya Seljuk – Usmaniyah, pada tahun 1396 hingga tahun 1399, atas perintah dari Sultan Yildirim Bayezid I. Rancangan dan pembangunan masjid ini dilaksanakan oleh Arsitek Ali Neccar di tahun 1396–1399. Pembangunan masjid ini merupakan janji dari Yildirim Bayezid I pada saat memenangkan perang Battle of Nicopolis in 1396.

Ulu Camii ini dibangun dengan dua puluh kubah berhubungan dengan Janji dari Yıldırım Bayezid I yang akan membangun 20 masjid apabila berhasil memenangkan perang melawan Pasukan Salib di Perang Nicopolis. Sayangnya ketika beliau memenangkan perang tersebut, bendahara kerajaan menyampaikan pada sang arsitek bahwa keuangan kerajaan tidak mencukupi untuk pembangunan 20 masjid. Hingga rencana ini akhirnya diubah menjadi membangun masjid dengan 20 kubah. Dalam bahasa arab ‘Ulu’ berarti tinggi atau agung, sedangkan ‘Camii / Jami’ adalah Masjid yang digunakan untuk berjamaah lima waktu, maka Ulu Camii maksudnya adalah Masjid Agung.

Masjid Agung Bursa merupakan masjid terbesar di Bursa sekaligus merupakan landmark arsitektur Seljuk karena memang menggunakan begitu banyak elemen dari arsitektur dinasti Seljuk yang sangat kental, dan pembangunannya pada Era awal emperium Usmaniyah. Badan dunia UNESCO telah memasukkan Masjid Agung Bursa (Ulu Cami) ke dalam daftar warisan budaya dunia di tahun 2014 dengan menyebut Masjid Agung Bursa sebagai salah satu masjid terpenting dalam sejarah Islam.

Sekian artikel mengenai Masjid Agung Bursa (Masjid Ulu Cami), semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − three =