Mengenal Batu Hajar Aswad

Haji Plus-Assalamualaikum sahabat muslim semua. Kali ini SimaSakti akan membahas sebuah batu. Batu yang telah lama dikenal ratusan abad oleh umat muslim. Yang pernah berangkat ke tanah suci Mekkah pasti telah mengetahui kemahsyuran batu ini, bukan?

Batu Hajar Aswad

Nama Hajar Aswad sendiri jika diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah batu hitam. Hajar Aswad diletakkan disudut timur ka’bah. Tingginya sekitar 150 cm, berada di atas tanah. Batu Hajar Aswad mempunyai lingkaran sekitar 30 cm dan garis tengah sekitar 30 cm, lebih besar dari lingkaran wajah manusia.

Batu Hajar Aswad berasal dari surga. Dulunya, batu tersebut berwarna putih dan terang benderang, namun karena sering dipegangi oleh orang yang berdosa batu tersebut lama-kelamaan menjadi hitam legam seperti saat ini.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hajar Aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih dari susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam ” (HR.Tirmizi no.877, shahih menurut syaikh Al Albani).

Batu Hajar Aswad digunakan sebagai penanda bagi umat manusia untuk berkumpul dan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari ka’bah. Setelah Nabi Ibrahim mendapatkan batu tersebut, beliau menciumnya diikuti oleh anak Ismail. Jadi tidak heran bagi umat muslim jika ingin mencium batu Hajar Aswad.

Banyak fakta yang terjadi dengan batu Hajar Aswad, salah satunya yang paling fenomenal adalah Zero Magnetism Area yaitu daerah yang dipercaya jika menggunakan kompas pada daerah tersebut, maka kompas tidak akan berfungsi sama sekali karena daya tarik yang kuat antara 2 kutub. Area ini terletak ditengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan.

Batu Hajar Aswad juga memiliki fakta unik yang sangat istimewa bagi umat muslim yaitu:

  1. Batu Hajar Aswad memiliki aroma yang harum

Hal tersebut bukan sekedar omongan kosong belaka, walaupun sudah dicium oleh miliyaran manusia, tetapi batu Hajar Aswad sampai saat ini  masih memiliki harum yang sama seperti semula.

  1. Batu Aswad terpecah

Batu Hajar Aswad yang semula berdiameter kisaran 30 cm terpecah menjadi beberapa bagian, hal ini dikarenakan peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Hingga pada akhirnya batu Hajar Aswad dapat disatukan kembali dan dibingkai dengan perak untuk dikembalikan ketempatnya semula.

  1. Mencium Batu Hajar Aswad sunnah bagi umat muslim

Seperti penjelasan yang di atas, sesuai dengan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pasa saat setiap kali melakukan tawaf selalu mencium batu Hajar Aswad saat sedang melaksanakan ibadah haji.

Sekian artikel meengenai Batu Hajar Aswad, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + five =