Apa yang akan kita dapatkan dari Ibadah Haji? | SimaSakti Umroh

IMG_2338

Umroh dan Haji Plus Banyak Kemudahan – Ibadah Haji adalah merupakan Rukun Islam yang terakhir diantara lima Rukun Islam. Ibadah haji ini agak luar biasa, karena untuk melakukannya seseorang itu mesti berkunjung ke Makkah Al-Mukarramah dan sekitarnya yang terletak di Saudi Arabia. Disamping itu ia dikerjakan sekali setahun selama musim haji saja. Yaitu, di bulan ke-12, bulan Dzulhijjah, menurut penanggalan Hijriah. Bagi umat Islam yang akil baligh dan mampu dalam hal ekonomi dan juga kesehatan cukup menopangnya, wajib melaksanakan ibadah haji. Kewajiban melaksanakannya cukup sekali seumur hidup. Perintah kewajiban mengerjakan ibadah haji berdasarkan firman Allah ‘Azza wa Jalla sebagai berikut:

“Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajipan) haji, maka ketahuilah Allah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” [QS Āli ‘Imrān 3:97]

734863_1135319539820668_4276650216237975515_n

Allah menjanjikan bagi yang mengerjakan haji akan dapat memperoleh  keuntungan-keuntungan mental dan spiritual yang banyak bagi dirinya, yaitu hikmah serta manfaat yang dapat diperoleh sepulangnya dari ibadah haji itu. Di antara hikmah-hikmah dan manfaat haji adalah sebagai berikut:

  1. Pertama: Menjadi Tamu Kehormatan Allah

 

Ka’bah atau disebut juga Baitullah merupakan simbol ‘Rumah Allah’. Ia dikatakan sebagai ‘Rumah Allah’ karena seperti apa yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim A.S. bahwa orang yang mengerjakan haji adalah tamu istimewa Allah yang memenuhi undangan-Nya. Dan sudah menjadi kebiasaan setiap tamu mendapat layanan yang istimewa dari tuan rumah, Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang sebagaimana sabda Rasulullah SAW sebagai berikut:

“Orang yang mengerjakan haji dan orang yang mengerjakan umrah adalah tamu Allah ‘Azza wa Jalla dan bagi para pengunjung-Nya. Jika mereka meminta kepada-Nya niscaya diberi-Nya. Jika mereka meminta ampun niscaya diterima-Nya do’a mereka. Dan jika mereka meminta syafaat niscaya mereka diberi syafaat.” [HR Ibnu Majah]

  1. Kedua: Mendapat Tarbiah Langsung dari Allah

 

Di kalangan mereka yang pernah mengerjakan haji, mereka mengatakan bahwa Ibadah Haji adalah puncak ujian dari Allah SWT  dalam melakukan kesabaran dan kebaikan serta dapat tolong menolong, menahan marah dan menjaga mulut dalam menghadapi kelelahan ibadah fisik. Ini disebabkan jumlah orang yang sama-sama mengerjakan ibadah haji sangat ramai sekali, hingga mencapai angka jutaan orang. Dalam hal keramaian ini Rasulullah SAW bersabda:

“Bahwa Allah ‘Azza wa jalla telah menjanjikan bahwa ‘Rumah’ (Baitullāh) ini, yang berhaji kepadanya tiap-tiap tahun sebanyak enam ratus ribu. Jika kurang, niscaya dicukupkan oleh Allah dari para malaikat.” Sabda Rasulullah lagi, “Dari umrah pertama hingga umrah yang kedua menjadi penebus dosa yang terjadi diantara keduanya, sedangkan haji yang mabrur (haji yang terima) itu tidak ada balasannya kecuali syurga.” [HR Bukhari dan Muslim]

  1. Ketiga: Membersihkan dosa

 

Mengerjakan Ibadah Haji merupakan kesempatan untuk bertaubat dan meminta ampun kepada Allah. Terdapat beberapa tempat mustajab dalam mengerjakan ibadah haji untuk berdo’a dan bertaubat. Sebenarnya, ibadah haji itu sendiri jika dikerjakan dengan sempurna, tidak dicampuri dengan perbuatan-perbuatan keji, maka Allah akan mengampunkan dosa-dosanya sehingga ia suci bersih seperti baru dilahir ke dunia ini. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang melakukan Ibadah Haji ke Baitullah dengan tidak mengucapkan perkataan keji, tidak berbuat fasik, dia akan kembali ke negerinya dengan fitrah jiwanya yang suci ibarat bayi baru lahir dari perut ibunya.” [HR Bukhari Muslim]

 

  1. Keempat: Memperteguhkan Iman

 

Ibadah Haji secara tidak langsung telah menghimpunkan manusia Islam dari seluruh pelosok dunia yang melakukan ibadah haji. Mereka terdiri dari berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa. Hal ini membuka pandangan dan fikiran tentang ajaran Allah dalam Al-Qur’an tentang faedah dan fungsi positif serta membangun arti daripada berkumpulnya sesama manusia sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT :

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling kenal mengenal – ta’aruf  (selanjutnya menjadi tafahum – saling memahami; ta’awun – saling bekerja sama);  itsar – saling membela dan tidak bertengkar.” (QS Al-Hujurāt 49:13)

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu (bukan untuk saling bertengkar atau berperang melainkan saling ta’aruf – kenal mengenal; selanjutnya menjaditafahum – saling memahami; ta’awun – saling bekerja sama); itsar – saling membela dan tidak bertengkar.)” [QS Ar-Rūm 30:22]

  1. Kelima: Pengajaran Dari Peristiwa Orang-orang Sholeh

 

Tanah suci Mekah adalah merupakan lembah yang menyimpan banyak rentetan peristiwa-peristiwa bersejarah. Diantaranya sejarah nabi-nabi dan rasul, para sahabat Rasulullah SAW6., para tabiin, tabi’ut tabiin dan salafus soleh yang mengiringi mereka. Sesungguhnya peristiwa tersebut boleh diambil pengajaran (i’tibar) untuk membangun jiwa seseorang, Rasulullah SAW bersabda:

“Sahabat-sahabatku itu laksana bintang-bintang dilangit, jika kamu mengikuti sahabat-sahabatku niscaya kamu akan mendapat petunjuk.”

  1. Keenam: Merasa Bayangan Padang Mahsyar

 

Bagi orang yang belum mengerjakan haji tentunya belum pernah melihat dan mengikuti berhimpunnya ratusan ribu manusia yang berkeadaan dan berpakaian sama tiada beda (boleh jadi hanya melihat dari tv, gambar, dan video youtube. Itu semua dapat dirsakan secara “live” atau senyata-nyatanya ketika mengerjakan haji. Berhimpunan manusia di Padang (luas) Arafah yang di terjang oleh garang dari teriknya cahaya panas matahari, kering dan berdebu, layaknya seperti di Padang Mahsyar tempat manusia berkempul di Yaumil Akhir – namun dilindungi oleh tenda kemah. Di tempat ini tidak diterlihat dengan nyata status sosial dan perbedaan hidupnya, sehingga tidak dapat dikenal siapa yang kaya atau hartawan, pekerja atau pemilik perusahaan, penguasa atau rakyat biasa dan sebagainya. Mereka semua sama dengan memakai pakaian ihram dari kain putih tanpa jahit. Firman Allah SWT menyebutkan:

“Sungguh, yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa.” [QS Al-Hujurāt 49:13]

  1. Ketujuh: Syiar Persatupaduan Umat Islam

 

Ibadah Haji adalah merupakan syiar persatu paduan umat Islam. Ini kerana mereka yang pergi ke Tanah Suci Makkah itu hanya mempunyai satu tujuan dan satu sasaran yaitu menunaikan perintah Allah dalam kewajiban Rukun Islam yang kelima. Dalam memenuhi tujuan tersebut mereka melakukan perbuatan yang sama, memakai pakaian yang sama, mengikut tata tertib yang sama, malah boleh dikatakan semuanya sama. Ini menggambarkan perlambang dari pada persatupaduan dan persaudaraan seiman dan sehati umat yang diikat dan dipersatukan oleh Islam. Dan gambaran inilah yang semestinya diamalkan dalam kehidupan keseharian umat Islam apabila mereka kembali ke negara asal masing-masing.

 

Bagaimana sahabat muslim? Sudah siap untuk melaksanakan ibadah haji maupun umroh? Apabila sudah memiliki niat baik untuk mengunjungi tanah suci, alangkah baiknya tidak ditunda-tunda. Yuk penuhi panggilan Allah untuk mengunjungi tanah suci bersama SimaSakti Umroh yang memiliki berbagai Paket Umroh Lengkap dengan harga terjangkau dan itenerary menarik untuk mempermudah dan memberikan pelayanan yang nyaman selama perjalanan ibadah anda.

>