Jema’ah Umroh Kena Denda SR50,000 dan Kurungan 6 Bulan ?

“Konjen RI Jeddah Imbau Jemaah Umrah Indonesia Patuhi Aturan Pemerintah Saudi”

Umroh Terpercaya  – Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, untuk kesekian kalinya mengimbau jemaah umrah Indonesia agar mematuhi aturan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi.

Dilansir dari harian Saudi Gazette yang terbit Kamis, 31 Mei 2018, Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi atau Jazawat Arab Saudi  akan mengenakan denda 50 ribu riyal atau setara 158 juta rupiah dan 6 bulan penjara bagi jemaah umrah yang tidak segera meninggalkan Arab Saudi setelah masa berlaku visanya habis.

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, untuk kesekian kalinya mengimbau jemaah umrah Indonesia agar mematuhi aturan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi. Imbauan itu disampaikan Konjen menyusul keluarnya peringatan dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi atau Jazawat Arab Saudi yang akan menjatuhkan sanksi tegas bagi jemaah umrah yang tidak segera meninggalkan negara itu sebelum masa berlaku visanya habis.

Oleh karena itu, Dirjen Imigrasi Arab Saudi meminta jemaah agar mematuhi jadwal perjalanan dan meninggalkan negara itu sebelum masa berlaku visanya habis. Jama’ah umrah dilarang melakukan perjalanan di luar kawasan Makkah, Jeddah dan Madinah.

“Setiap usai pelaksanaan ibadah haji, kami selalu disibukkan dengan permasalahan sebagian warga kita yang nekat melakukan ibadah haji dengan visa umrah dan visa non-haji. Akibatnya, mereka stranded, tertahan kepulangannya,” tegas Konjen.

Konjen menekankan agar masyarakat Indonesia yang hendak melaksanakan ibadah di tanah Suci mematuhi dan menghormati peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

“Marilah kita beribadah sesuai prosedur yang telah diatur Pemerintah setempat,” tandas Konjen.

Seperti disebutkan di harian Saudi Gazette, Pemerintah Saudi telah mengeluarkan peringatan bagi warganya agar tidak mengangkut, mempekerjakan, memberikan tempat tinggal atau menyembunyikan warga asing pemegang visa umrah yang telah kadaluarsa. Otoritas Jenderal Statistik atau General Authority for Statistics (GaStat) menyebutkan, tahun 2017 terdapat 19.079.306 orang jemaah yang menunaikan ibadah umrah.

Laporan statistik tersebut mengutip data dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang menyebutkan bahwa sebanyak 6.532.074 jemaah umrah berasal dari luar Arab Saudi. The GaStat Umrah statistics bulletin 2017 juga menyebutkan Ramadan merupakan musim puncak pelaksanaan umrah oleh jemaah dari dalam Arab Saudi, yaitu 53.6% dari total jemaah umrah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + 12 =