Jenis Thawaf Saat Menjalankan Haji dan Umroh

Travel Umroh Sumedang Salah satu amalan yang wajib dilaksanakan bagi jama’ah haji atau umroh, merupakan pengertian dari Thawaf. Cara melakukan Thawaf diantaranya mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali keliling. Tentunya disaat akan melaksanakan Thawaf harus berniat terlebih dahulu. Jama’ah haji atau umroh tentunya dianjurkan untuk menyebutkan jenis Thawaf yang akan dilaksanakannya, niatnya seperti itu disaat akan melaksanakan Thawaf.

Jenis Thawaf, diantaranya:

Jenis Thawaf Saat Menjalankan Haji dan Umroh

1.Thawaf Ifadhah, artinya Thawaf Rukun.

Amalan termasuk kedalam syarat haji atau umroh yang harus dilaksanakan, merupakan pengertian dari Thawaf Ifadhah. Jika Thawaf Ifadhah tidak dikerjakan, tentunya badah hajinya tersebut tidak sah. Thawaf ini merupakan salah satu rukun haji yang wajib atau harus dilaksanakan bagi setiap orang yang beragama muslim dikala melaksanakan ibadah haji atau umroh.

2. Thawaf Qudum, artinya Thawaf Pemukaan/Thawaf Selamat Datang/Disaat Pertama Kali Jama’ah Haji atau Umroh Menginjakkan Kakinya di Tanah Suci atau Bersih.

Nabi Muhammad.SAW saja disaat menginjakan kaki di kota suci, maka ia melakukan Thawaf terlebih dahulu. Jika hal ini dilaksanakan, ini merupakan sebagai pengganti sholat Tahiyyatul Masjid. Thawaf ini juga sering disebut dengan Thawaf Masjidil Haram.

Thawaf Qudum hukumnya sunnah (boleh dikerjakan ataupun ditinggalkan). Jadi ibadah haji atau umrohnya tetap sah meskipun tidak melakukan Thawaf Qudum.

Diperbolehkan bahwa Thawaf ini disambungkan dengan sa’i. Jika disambung, sa’ina berarti termasuk sa’i haji atau umroh. Dari itu, disaat menjalankan Thawaf Ifadhah jama’ah tidak perlu lagi untuk melaksanakan sa’i. Disunnahkan menyelendangkan pakaian ihram yang dikenakan bagian atas dibawah ketiak lengan kanan serta ujungnya diatas pundak kiri. Usap dan cium hajar aswad apabila kondisi dan lokasi memungkinkan. Jika tidak terjangkau atau tidak memungkinkan, anda bisa memberikan isyarat dengan membaca:
اللَّهُمَّ إِيمَاناً بِكَ ، وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ ، وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ ، وَاتِّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عليه وسلم

3. Thawaf Wada’, artinya Thawaf Perpisahan atau Akhiran.

Thawaf oini dilaksanakan ketika jama’ah haji atau umroh akan meninggalkan kota Mekkah atau kota suci.
Wajib untuk melaksanakan Thawaf Wada’. Tidak mengerjakannya, maka wajaib membayar dam. Tidak diperbolehkan meningkan kota Mekkah apabila tidak melakukan Thawaf ini dan tidak diperbolehkan juga bagi mereka yang sudah atau selesai melaksanakan Thawaf ini tidak untuk berdiam diri lagi di Masjidil Haram.

4. Thawaf Sunnah, sering disebut juga dengan Thawaf Tathawwu (apabilal dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak apa-apa/tidak berdosa).

Semoga apa yang dijelaskan, bermanfa’at bagi anda yang menyimaknya dengan secara seksama dan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × five =