Takut Menjadi Miskin Karena Melaksanakan Ibadah Haji dan Umroh ? | SimaSakti Umroh

P_20160429_093957

Umroh Luar Biasa – Perlu kita ketahui dan yakini bahwa melaksanakan ibadah haji dan umroh tidak akan membuat kita menjadi miskin, justru akan semakin memberikan berkah rezeki bagi yang melaksanakannya karena Allah Maha Kaya.

Tidak pernah ada dalam sejarah,bahwa ada Pak Haji dan Bu Hajjah yang telah berangkat haji jatuh miskin dan apalagi bangkrut perusahaannya atau usahanya, yang ada malah tambah jaya..

Yang ada, Haji menghilangkan kefakiran.
Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

 

Abul ‘Ula Al Mubarakfuri mengatakan bahwa yang dimaksud menghilangkan kefakiran ada dua bentuk:

1- Menghilangkan kefakiran secara lahiriyah, yaitu benar-benar diberikan kecukupan materi.

2- Menghilangkan kefakiran secara batin, yaitu maksudnya hatinya akan selalu dikarunia qona’ah (merasa cukup). (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 3: 635).

​Apakah Umroh itu?

Umroh bisa disebut sebagai Haji kecil yang dapat di laksanakan kapan saja setiap tahun. Ia dapat di laksanakan bersamaan dengan Haji atau juga di lain waktu.

Menurut Al Quran.

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”.

(Al-Baqarah, 196)

Tujuan, Dasar Hukum dan Hubungan Haji dan Umroh

  1. Tujuan Pelaksanaan Haji dan Umroh
  2. Al-Baqarah : 189

“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan tsabit. Katakanlah: “Bulan tsabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung”.

  • Dasar Hukum Pelaksanaan Haji dan Umroh

Mengenai hukum ibadah haji, asal hukumnya adalah wajib ‘ain bagi yang mampu. Melaksanakan haji wajib, yaitu karena memenuhi rukun Islam dan apabila kita “nazar” yaitu seorang yang bernazar untuk haji, maka wajib melaksanakannya, kemudian untuk haji sunat, yaitu dikerjakan pada kesempatan selanjutnya, setelah pernah menunaikan haji wajib.

Haji merupakan rukun Islam yang ke lima, diwajibkan kepada setiap muslim yang mampu untuk mengerjakan. Jumhur Ulama sepakat bahwa mula-mulanya disyari’atkan ibadah haji tersebut pada tahun ke enam Hijrah, tetapi ada juga yang mengatakan tahun ke sembilan hijrah.

  1. Al-Qur’an

Artinya : “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”[1].

  1. Al-Hadits

“Dari ibnu Abbas, telah berkata Nabi SAW : Hendaklah kamu bersegera mengerjakan haji, maka sesungguhnya seseorang tidak akan menyadari sesuatu halangan yang akan merintanginya”[2].

 

  1. Hubungan Haji dengan Umroh

Didalam ibadah haji, sebenarnya mengandung dua macam ibadah yang berhubung-hubungan, yaitu :

  1. Haji : biasa dikatakan orang haji besar.
  2. Umroh : biasa dikatakan orang haji kecil.

Bagaimana sahabat muslim? Tertarik untuk segera melaksanakan ibadah haji dan umrah dengan harga yang terjangkau? Simasakti Umroh punya solusinya. Dengan tawaran paket umroh yang variatif bisa disesuaikan dengan keinginan sahabat muslim sekalian. Yuk, tunggu apa lagi. Segerakan niat baik untuk mengunjungi Baitullah bersama SimaSakti Umroh.

>