MUSEUM HAGIA SOFIA TURKI

WhatsApp-Image-2018-09-20-at-10.12.01-2

Umroh Plus Turki- Hagia Sofia selalu menjadi tempat wisata favorit para traveler. Sebanyak 3,3 juta pengunjung yang mengunjungi museum Hagia Sofia setiap tahunnya.
Bentuk Hagia Sofia yang unik serta sejarah panjang yang dimilikinya selalu berhasil menarik kunjungan para turis yang penasaran. Di tengah ramainya kunjungan turis ke Hagia Sofia, ada beberapa kelompok di Turki yang menginginkan Hagia Sofia kembali diubah sebagai masjid.

Berdiri dengan kokoh di tengah distrik Sultan ahmet di kota Istanbul, Hagia Sofia bisa dicapai dengan berjalan kaki selama 10 menit dari Masjid Sultan ahmet atau yang lebih sering dikenal dengan nama Blue Mosque. Bangunannya menjulang khas dengan hadirnya kubah biru raksasa yang diapit oleh 4 menara/ minaret. Keunikan Hagia Sofia terletak pada gaya arsitekturnya yang khas Bizantium namun memiliki minaret khas bangunan Islam.

Meski kini dikenal sebagai museum nomor dua yang paling sering dikunjungi di Turki, sejarah mencatat bahwa awalnya Hagia Sofia dibangun sebagai gereja Kristen Ortodoks Yunani sejak tahun 537 masehi hingga tahun 1453 saat masa pemerintahan Romawi timur atau Bizantium. Meski sempat berubah status menjadi katedral Katolik Roma pada tahun 1204-1261, pada pertengahan abad ke-15 Hagia Sofia berubah menjadi masjid, mengikuti penaklukan Konstatinopel oleh dinasti Utsmaniyah dibawah pimpinan Sultan Mehmet II.

WhatsApp-Image-2018-09-20-at-10.12.01-1

Selama hampir 500 tahun Hagia Sofia berfungsi sebagai masjid. Minaret kemudian dibangun, serta bulan sabit ditambahkan di puncak kubah masjid. Mihrab juga kemudian dipasang di dalam masjid. Saat Turki berubah menjadi negara republik, Hagia Sofia kemudian diubah menjadi museum pada tahun 1935 hingga kini untuk menunjukkan kepada dunia lahirnya republik Turki sebagai negara sekuler.

Sebagai museum, beberapa elemen lama Hagia Sofia ketika berfungsi sebagai gereja dan masjid tetap dipertahankan. Misalnya lafaz Allah dan Muhammad di dinding serta gambar Jesus beserta Maria. Meski kini berstatus sebagai museum, pada tahun 2016 telah digelar sholat berjamaah di Hagia Sofia. Ini merupakan pertama kalinya Hagia Sofia dipakai sebagai tempat ibadah setelah 85 tahun.

Beberapa kelompok di Turki rupanya menginginkan untuk mengubah Hagia Sofia kembali menjadi masjid. Hal ini masih menjadi perdebatan di Turki salah satunya karena apabila diubah menjadi masjid kembali dikhawatirkan jumlah pengunjung Hagia Sofia akan menurun. Negara tetangga Turki pun, Yunani sudah menyampaikan keberatan bila Hagia Sofia dipakai sebagai masjid kembali.

WhatsApp-Image-2018-09-20-at-10.12.01

Hagia Sofia bisa dikunjungi setiap hari dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore selama musim dingin. Batas waktu masuk terakhir adalah jam 4 sore. Tiket masuk harganya 40 Lira atau sekitar Rp141.000 atau Anda bisa juga menggunakan Istanbul pass untuk mengunjungi Hagia Sofia.

Sekian artikel mengenai Museum Hagia Sofia Turki, semoga bermanfaat.

>