6 Syarat Wajib Haji

HAJI PLUS-Untuk melakukan ibadah haji terdapat syarat yang harus dipenuhi. Sebelum membahas mengenai 6 Syarat Wajib Haji Dalam Islam alangkah baiknya kita membahas pengertian haji terlebih dahulu agar kita tahu ibadah yang akan kita kerjakan. Menurut bahasa, haji berarti ‘menuju’ sedangkan menurut istilah ibadah haji artinya perjalanan menuju baitullah ditanah Makkah untuk melakukan ibadah.

Dapat disimpulkan bahwa haji adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah untuk setiap muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan yang telah memenuhi syarat dan ketentuan haji itu hanya dilakukan sekali seumur hidup. Berikut 6 Syarat Wajib Haji Dalam Islam:

1. Islam

Orang yang melakukan ibadah haji harus beragama islam berarti jika orang tersebut bukan agama islam maka tidak memiliki kewajiban untuk melakukan ibadah haji.

2. Berakal Sehat

Orang yang akan melaksanakan ibadah haji haruslah berakal sehat. Karena itu, orang gila tidak memiliki kewajiban berhaji meskipun ia adalah muslim dan jika seandainya dia melakukan, maka ibadah haji dan umrahnya tidaklah sah, disebabkan karena hilang akal dari dirinya.

3. Dewasa atau Baligh

Artinya ibadah haji tidak diwajibkan untuk anak – anak atau orang yang belum baligh, berdasarkan hadits yang telah disebutkan sebelumnya. Namun jika ada anak kecil yang melakukan ibadah haji maka ibadah hajinya tetap dianggap sah.

Pernah ada seorang wanita yang mengangkat anaknya kepada Rasulullah SAW:
“Apakah anak ini mendapatkan ibadah haji? Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ia, dan untukmu pahala”. (HR Muslim)

4. Merdeka

Seorang budak tidak wajib ibadah haji, akan tetapi apabila seorang budak melakukan ibadah haji maka hajinya tetap sah. Namun, hajinya belum memenuhi haji dalam Islam. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam berikut ini:

“Dan budak mana saja yang berhaji kemudian dirinya dibebaskan maka wajib bagi dirinya untuk melakukan ibadah haji kembali”. (HR Ibnu Khuzaimah)

5. Mampu

Ibadah haji hanya diwajibkan bagi orang yang mampu untuk melakukan perjalanan ke Baitul Haram dalam artian orang yang tidak mampu tidak diwajibkan untuk ibadah haji. Berdasarkan al-Qur’an dan hadits, berdasarkan firman Allah SWT:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. (QS al-Imran: 97).

Berdasarkan penjelasan diatas maka orang yang tidak mampu seperti orang tua yang sudah tua atau sakit-sakitan sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh tidak diwajibkan untuk melakukan ibadah haji.

Namun jika orang tersebut tidak bisa melakukan ibadah haji hanya karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan tetapi memiliki uang yang banyak, ia harus mewakilkan hajinya kepada orang lain tentunya kepada orang yang masih mempunyai hubungan darah dengannya. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW dari Abu Razin al-Uqaili radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya beliau pernah datang kepada Rasulullah SAW sambil bertanya:

“Ya Rasulallah, sesungguhnya bapakku sudah sangat tua, dan dirinya sudah tidak mampu untuk melakukan haji tidak pula umrah serta berangkat ke Makkah? Maka Nabi menjawab:
“Berhajilah kamu untuk ayahmu serta berumrahlah untuknya”. (HR at-Tirmidzi)

6. Adanya Mahram bagi wanita

Terdapat satu syarat yang di khususkan untuk wanita yaitu adanya muhrim yang menemaninya ketika berhaji. Sesuai dangan sabda Rasulullah SAW:

“Tidak boleh bagi seorang wanita bepergian kecuali bila ditemani oleh mahramnya, dan janganlah seorang lelaki masuk kepadanya melainkan bersama mahramnya”. Maka ada seorang yang bertanya: “Ya Rasulalah, sesungguhnya aku ingin pergi bersama pasukan ini dan itu, sedang istriku ingin berhaji? Maka beliau mengatakan: “Keluarlah, pergi bersama istrimu”. (HR Bukhari)

Bagaimana? Sudahkah 6 hal diatas dapat dipahami? Bila sudah terpenuhi syarat diatas, yuk berangkat haji bersama SimaSakti.

Mengenal Batu Hajar Aswad

Haji Plus-Assalamualaikum sahabat muslim semua. Kali ini SimaSakti akan membahas sebuah batu. Batu yang telah lama dikenal ratusan abad oleh umat muslim. Yang pernah berangkat ke tanah suci Mekkah pasti telah mengetahui kemahsyuran batu ini, bukan?

Batu Hajar Aswad

Nama Hajar Aswad sendiri jika diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah batu hitam. Hajar Aswad diletakkan disudut timur ka’bah. Tingginya sekitar 150 cm, berada di atas tanah. Batu Hajar Aswad mempunyai lingkaran sekitar 30 cm dan garis tengah sekitar 30 cm, lebih besar dari lingkaran wajah manusia.

Batu Hajar Aswad berasal dari surga. Dulunya, batu tersebut berwarna putih dan terang benderang, namun karena sering dipegangi oleh orang yang berdosa batu tersebut lama-kelamaan menjadi hitam legam seperti saat ini.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hajar Aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih dari susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam ” (HR.Tirmizi no.877, shahih menurut syaikh Al Albani).

Batu Hajar Aswad digunakan sebagai penanda bagi umat manusia untuk berkumpul dan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari ka’bah. Setelah Nabi Ibrahim mendapatkan batu tersebut, beliau menciumnya diikuti oleh anak Ismail. Jadi tidak heran bagi umat muslim jika ingin mencium batu Hajar Aswad.

Banyak fakta yang terjadi dengan batu Hajar Aswad, salah satunya yang paling fenomenal adalah Zero Magnetism Area yaitu daerah yang dipercaya jika menggunakan kompas pada daerah tersebut, maka kompas tidak akan berfungsi sama sekali karena daya tarik yang kuat antara 2 kutub. Area ini terletak ditengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan.

Batu Hajar Aswad juga memiliki fakta unik yang sangat istimewa bagi umat muslim yaitu:

  1. Batu Hajar Aswad memiliki aroma yang harum

Hal tersebut bukan sekedar omongan kosong belaka, walaupun sudah dicium oleh miliyaran manusia, tetapi batu Hajar Aswad sampai saat ini  masih memiliki harum yang sama seperti semula.

  1. Batu Aswad terpecah

Batu Hajar Aswad yang semula berdiameter kisaran 30 cm terpecah menjadi beberapa bagian, hal ini dikarenakan peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Hingga pada akhirnya batu Hajar Aswad dapat disatukan kembali dan dibingkai dengan perak untuk dikembalikan ketempatnya semula.

  1. Mencium Batu Hajar Aswad sunnah bagi umat muslim

Seperti penjelasan yang di atas, sesuai dengan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pasa saat setiap kali melakukan tawaf selalu mencium batu Hajar Aswad saat sedang melaksanakan ibadah haji.

Sekian artikel meengenai Batu Hajar Aswad, semoga bermanfaat.