JEDDAH, KOTA PERBELANJAAN POPULER DI SAUDI ARABIA | SIMASAKTI UMROH

Umroh Reguler VIP Desember 2018 – Jeddah merupakan salah satu kota perbelanjaan terpopuler di Arab Saudi. Pusat perbelanjaan ternama di sana, di antaranya yang paling terkenal adalah Kawasan Balad dan Corniche. Kawasan ini berlokasi di dekat pantai Laut Merah. Kawasan Balad dan Corniche adalah pusat perbelanjaan barang-barang elektronik merek terkenal. Pusat perbelanjaan di kawasan ini setiap hari ramai dikunjungi pembeli. Puncak keramaian biasanya terjadi pada malam hari. Namun demikian, baik penjual maupun pembeli yang berada di tempat tersebut menghentikan kegiatannya tatkala adzan berkumandang.

Untuk jamaah haji dan umrah yang sempat mampir ke Kota Jeddah, alangkah baiknya mampir di Toko Ali Murah. Jamaah haji asal Indonesia biasanya paling suka berbelanja di Toko Ali Murah. Untuk melayani para pembeli, para petugas toko ini menggunakan Bahasa Indonesia. Beragam kebutuhan dijual di Toko Ali Murah, mulai dari perhiasan, karpet, sajadah, hingga barang-barang elektronik.

Selanjutnya, Haraj As-Sawarikh juga layak jadi perhatian untuk membeli barang-barang murah dengan harga grosiran. Haraj as-Sawarikh sendiri adalah pusat belanja grosir. Lokasinya tidak jauh dari Balad. Pusat perbelanjaan ini menawarkan berbagai macam produk souvenir dan fashion, termasuk souvenir dan fashion bekas seperti karpet dan arloji bekas.

Tahlia Street yang letaknya tepat di jantung kota Jeddah juga layak jadi perhatian bagi yang ingin berbelanja di Jeddah. Di kawasan tersebut dijual produk-produk fesyen ternama seperti Gucci, Prada, dan Giorgio.

Kemudian Pertokoan di Jalan Palestina atau yang lebih dikenal dengan Syari’ Falestin. Pertokoan di kawasan ini dikenal dengan Suq Khudor atau pasar sayur-mayur. Jahe, lengkuas, dan sayur-sayuran mudah didapatkan di kawasan ini. Di lokasi yang sama, banyak juga toko yang menjual barang-barang elektronik seperti kamera dan alat-alat musik.

Sekian artikel mengenai Tempat Belanja Di Jeddah, semoga bermanfaat.

Mengenal Ihram Saat Umroh Atau Haji

Ihram artinya adalah untuk membuat haram (terlarang). Ketika jamaah haji telah mengucapkan  niatan untuk haji atau umroh dan mengucapkan talbilyah, maka ada beberapa hal yang awalnya halal (diperbolehkan) menjadi haram untuk jamaah. Gabungan dari niat dan talbiyah inilah yang disebut ihram.  Dua lembar kain yang digunakan oleh jamaah haji bisa di sebut ihram namun ihram yang sesungguhnya adalah pengucapan niat dan tabilyah. Apabila seseorang menggunakan dua lembar kain namun tidak mengucapkan niat dan talbiyah, maka dia belum bisa disebut ihram. Itulah kenapa sebelum niat dan talbiyah jamaah laki-laki diperbolehkan menutup kepalanya selama dua rakaat nafi namun  tidak diperbolehkan ketika sudah dalam kondisi ihram. Berikut Simasaki akan membantu anda Mengenal Ihram Saat Umroh Atau Haji, diantaranya terdapat prosedur ihram beserta larangan-nya.

Prosedur ihram :

  1. Persiapan untuk ihram

Merapikan rambut,  jenggot, dan kumis anda. Potong kuku dan bersihkan rambut tubuh yang tidak diperlukan.

  1. Penyucian

Mandi dengan niatan untuk ihram dan lakukan wudhu.

  1. Baju ihram

Laki laki harus melilitkan lembaran kain putih diantara pinggang dan menutupi bagian atas dengan kain lainnya. Baju biasa dari wanita sudah bisa dikatakan ihram mereka. Jamaah harus bisa memakai sandal sehingga bagian atas dari kaki kita tidak tertutup.

  1. Shalat nafi

Kalau tidak waktu yang makruh (yang tidak disarankan), lakukan dua rakaat shalat nafi untuk ihram dengan menutupi kepala anda juga.

  1. Niat dan Talbiyah

Dengan menutupi kepala anda dan ucapkan niat :  “allahumma labbaik umratan”

Yang artinya :”disini hambamu ya allah,(untuk melaksanakan panggilan – mu dan melaksanakan umrah)”

Untuk berjaga–jaga apabila anda tidak bisa menyelesaikan umrah ucapkan  : “allahumma mahillee haithu habastanee”

Yang artinya : “ya allah, (apabila hammba terhalang oleh hambatan berat) maka tempat hamba adalah dimana allah melarang hamba.

Setelah mengucapkan hal tersebut, langsung lakukan talbiyah. Ucapan talbiyah harus keras apabila anda laki–laki dan pelan apabila anda perempuan.

 

Talbiyah

Bacaan talbiyah : “Labbayk, allahumma labbayk la shareeka laka labbayk, innal–hamda wa–n’imata laka wal–mulk, la shareeka lak.”

Setelah talbiyah anda bisa memohon kepada allah dengan doa apapun.

Larangan dalam ihram

Setelah niat dan talbiyah, berarti jamaah telah memasuki masa ihram. Jika jamaah  telah memasuki masa ihram maka terdapat larangan yang tidak boleh dilakukan oleh jamaah. Untuk Mengenal Ihram Saat Umroh Atau Haji larangan ihram menjadi poin penting yang harus kita ketahui. Oleh karena itu berikut kami simasakti memberitahukan larangan dalam ihram:

  1. Menutup kepala (laki–laki), menutup wajah (wanita)
  2. Menutup telapak kaki bagian atas
  3. Mencukur/memotongrambut
  4. Memotong kuku
  5. Memakai parfum
  6. Memakai pakaian biasa (laki–laki)/)(wanita diperbolehkan)
  7. Berburu/membunuh

Demikian  artikel mengenai Mengenal Ihram Saat Umroh Atau Haji yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat.

6 Syarat Wajib Haji

HAJI PLUS-Untuk melakukan ibadah haji terdapat syarat yang harus dipenuhi. Sebelum membahas mengenai 6 Syarat Wajib Haji Dalam Islam alangkah baiknya kita membahas pengertian haji terlebih dahulu agar kita tahu ibadah yang akan kita kerjakan. Menurut bahasa, haji berarti ‘menuju’ sedangkan menurut istilah ibadah haji artinya perjalanan menuju baitullah ditanah Makkah untuk melakukan ibadah.

Dapat disimpulkan bahwa haji adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah untuk setiap muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan yang telah memenuhi syarat dan ketentuan haji itu hanya dilakukan sekali seumur hidup. Berikut 6 Syarat Wajib Haji Dalam Islam:

1. Islam

Orang yang melakukan ibadah haji harus beragama islam berarti jika orang tersebut bukan agama islam maka tidak memiliki kewajiban untuk melakukan ibadah haji.

2. Berakal Sehat

Orang yang akan melaksanakan ibadah haji haruslah berakal sehat. Karena itu, orang gila tidak memiliki kewajiban berhaji meskipun ia adalah muslim dan jika seandainya dia melakukan, maka ibadah haji dan umrahnya tidaklah sah, disebabkan karena hilang akal dari dirinya.

3. Dewasa atau Baligh

Artinya ibadah haji tidak diwajibkan untuk anak – anak atau orang yang belum baligh, berdasarkan hadits yang telah disebutkan sebelumnya. Namun jika ada anak kecil yang melakukan ibadah haji maka ibadah hajinya tetap dianggap sah.

Pernah ada seorang wanita yang mengangkat anaknya kepada Rasulullah SAW:
“Apakah anak ini mendapatkan ibadah haji? Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ia, dan untukmu pahala”. (HR Muslim)

4. Merdeka

Seorang budak tidak wajib ibadah haji, akan tetapi apabila seorang budak melakukan ibadah haji maka hajinya tetap sah. Namun, hajinya belum memenuhi haji dalam Islam. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam berikut ini:

“Dan budak mana saja yang berhaji kemudian dirinya dibebaskan maka wajib bagi dirinya untuk melakukan ibadah haji kembali”. (HR Ibnu Khuzaimah)

5. Mampu

Ibadah haji hanya diwajibkan bagi orang yang mampu untuk melakukan perjalanan ke Baitul Haram dalam artian orang yang tidak mampu tidak diwajibkan untuk ibadah haji. Berdasarkan al-Qur’an dan hadits, berdasarkan firman Allah SWT:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. (QS al-Imran: 97).

Berdasarkan penjelasan diatas maka orang yang tidak mampu seperti orang tua yang sudah tua atau sakit-sakitan sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh tidak diwajibkan untuk melakukan ibadah haji.

Namun jika orang tersebut tidak bisa melakukan ibadah haji hanya karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan tetapi memiliki uang yang banyak, ia harus mewakilkan hajinya kepada orang lain tentunya kepada orang yang masih mempunyai hubungan darah dengannya. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW dari Abu Razin al-Uqaili radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya beliau pernah datang kepada Rasulullah SAW sambil bertanya:

“Ya Rasulallah, sesungguhnya bapakku sudah sangat tua, dan dirinya sudah tidak mampu untuk melakukan haji tidak pula umrah serta berangkat ke Makkah? Maka Nabi menjawab:
“Berhajilah kamu untuk ayahmu serta berumrahlah untuknya”. (HR at-Tirmidzi)

6. Adanya Mahram bagi wanita

Terdapat satu syarat yang di khususkan untuk wanita yaitu adanya muhrim yang menemaninya ketika berhaji. Sesuai dangan sabda Rasulullah SAW:

“Tidak boleh bagi seorang wanita bepergian kecuali bila ditemani oleh mahramnya, dan janganlah seorang lelaki masuk kepadanya melainkan bersama mahramnya”. Maka ada seorang yang bertanya: “Ya Rasulalah, sesungguhnya aku ingin pergi bersama pasukan ini dan itu, sedang istriku ingin berhaji? Maka beliau mengatakan: “Keluarlah, pergi bersama istrimu”. (HR Bukhari)

Bagaimana? Sudahkah 6 hal diatas dapat dipahami? Bila sudah terpenuhi syarat diatas, yuk berangkat haji bersama SimaSakti.