Khasiat Air Zamzam

UMROH REGULER – Bagi umat muslim air zam-zam pasti sudah tidak asing lagi. Setiap umat muslim yang pulang dari umroh atau haji selalu membawa air Zamzam. Air Zamzam merupakan air terbaik di muka bumi ini, Rasulullah SAW bersabda “Sebaik-baiknya air yang ada di muka bumi ini adalah air Zamzam. Pada air Zamzam terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit.”

Kata Zamzam dalam bahasa arab berarti banyak atau melimpah. Sesuai dengan artinya air Zamzam merupan air yang berasal dari sumur yang airnya sangat banyak dan berlimpah. Air didalam sumur tersebut tidak habis walau sudah diambil dan dibawa setiap harinya ke seluruh penjuru dunia oleh kaum Muslimin.

Air Zamzam memiliki khasiat yang sangat bagus untuk tubuh. Terdapat beberapa hadits yang menjelaskan mengenai Khasiat Air Zamzam. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW menyebut air zam-zam,

Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.”

Ditambahkan dalam riwayat Abu Daud (Ath Thoyalisiy) dengan sanad jayyid (bagus) bahwa Rasulullah SAW mengatakan,

Air zam-zam adalah obat dari rasa sakit (obat penyakit).

Hadits diatas merupakan hadits yang menunjukan Khasiat Air Zamzam. Air Zamzam adalah air yang penuh keberkahan. Selain itu, air Zamzam bisa menjadi makanan yang mengenyangkan dan menjadi obat penyakit.

Meminum air Zamzam termasuk kedalam sunah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW karena, didalam air Zamzam terdapat keberkahan. Air Zamzam dapat menjadi makanan yang baik dan makanan yang diberkahi. Air Zamzam disyari’atkan untuk dinikmati jika memang mudah didapatkan seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.  Air Zamzam juga dapat digunakan untuk berwudhu, beristinja’ (membersihkan kotoran setelah buang air) serta dapat digunakan untuk berjunub jika memang ada kebutuhan untuk menggunakannya.

Dapat disimpulkan bahwa air Zamzam adalah air yang suci dan dapat mensucikan. Setiap umat muslim dianjurkan untuk meminum air Zamzam. Selain utuk diminum, air Zamzam juga dapat digunakan untuk berwudhu, mencuci pakaian dan beristinja jika ada kebutuhan dan digunakan untuk hal-hal sebagaimana yang telah di jelaskan.

Sahabat muslim, sekian Artikel mengenai Khasiat Air Zamzam. Semoga bermanfaat.

Fakta Unik Masjid Nabawi

UMROH REGULER-Masjid Nabawi merupakan salah satu  masjid terpenting yang terletak di Kota Madinah, Arab Saudi. Masjid ini juga merupakan masjid terbesar ke-2 di dunia setelah Masjidil Haram di Mekkah.

Saat ini, Masjid Nabawi tengah mengalami perluasan. Karena semakin banyak umat islam yang datang setiap tahunnya. Berbagai fasilitas juga diperbaiki sehingga membuat nyaman umat islam untuk beribadah. Namun ada beberapa fakta menarik tentang Masjid Nabawi yang belum diketahui oleh umat islam. Oleh karena itu, simasakti akan membahas tentang Fakta Unik Masjid Nabawi berikut penjelasannya :

  1. Tempat Pertama yang Dialiri Listrik di Jazirah Arab

Ketika Dinasti Utsmani memperkenalkan listrik ke Semenanjung Arab, tempat pertama yang diprioritaskan adalah Masjid Nabawi. Saat itu bahkan Istana Sultan Ottoman di Istanbul belum dialiri listrik.

  1. Masjid Nabawi Merupakan Salah Satu Masjid Terbesar di Dunia

Masjid Nabawi merupakan tempat ibadah yang ukurannya diperluas 100 kali dari ukuran semula sehingga wilayahnya kini mencakup hampir seluruh wilayah kota tua Madinah. Buktinya, area masjid kini berbatasan langsung dengan makam Baqi, yang dulu berada di luar wilayah Kota Madinah.

  1. Terdapat Liang Lahat Kosong Dekat Makam Rasulullah

Nabi Muhammad SAW dimakamkan di Masjid Nabawi, dan di sebelahnya pula dikebumikan Abu Bakar Siddiq dan Umar bin Khattab. Makam mereka persis di sebelah raudhah. Faktanya, terdapat satu liang lahat lagi yang kosong. Lokasinya dekat makam Nabi SAW.

  1. Hancur oleh Api

Masjid Nabawi pernah dilanda kebakaran besar sehingga atap mimbar hingga dinding ruangan Makam Nabi Muhammad SAW habis terbakar.

  1. Sekarang Terdapat Dua Kubah

Nabi Muhammad SAW wafat sudah lebih dari 650 tahun, namun tidak ada kubah di atas kuburnya. Kemudian, Sultan Mamluk membangun kubah yang terbuat dari kayu pertama kali pada tahun 1279.

Di sisi lain nampak Kubah Hijau yang sekarang merupakan kubah luar di atas ruang Nabi Muhammad SAW dan didapati jauh lebih kecil.

  1. Dahulu Kubah Warna Ungu, Sekarang Biru Ungu

Sekitar 150 tahun yang lalu, kubah yang terdapat di Masjid Nabawi memiliki warna ungu dan sekarang biru ungu. Perubahan ini dikarenakan beberapa orang Arab Hijaz sangat menyukai warna biru ungu.

Sekian artikel mengenai Fakta Unik Masjid Nabawi, semoga bermanfaat.

6 Syarat Wajib Haji

HAJI PLUS-Untuk melakukan ibadah haji terdapat syarat yang harus dipenuhi. Sebelum membahas mengenai 6 Syarat Wajib Haji Dalam Islam alangkah baiknya kita membahas pengertian haji terlebih dahulu agar kita tahu ibadah yang akan kita kerjakan. Menurut bahasa, haji berarti ‘menuju’ sedangkan menurut istilah ibadah haji artinya perjalanan menuju baitullah ditanah Makkah untuk melakukan ibadah.

Dapat disimpulkan bahwa haji adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah untuk setiap muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan yang telah memenuhi syarat dan ketentuan haji itu hanya dilakukan sekali seumur hidup. Berikut 6 Syarat Wajib Haji Dalam Islam:

1. Islam

Orang yang melakukan ibadah haji harus beragama islam berarti jika orang tersebut bukan agama islam maka tidak memiliki kewajiban untuk melakukan ibadah haji.

2. Berakal Sehat

Orang yang akan melaksanakan ibadah haji haruslah berakal sehat. Karena itu, orang gila tidak memiliki kewajiban berhaji meskipun ia adalah muslim dan jika seandainya dia melakukan, maka ibadah haji dan umrahnya tidaklah sah, disebabkan karena hilang akal dari dirinya.

3. Dewasa atau Baligh

Artinya ibadah haji tidak diwajibkan untuk anak – anak atau orang yang belum baligh, berdasarkan hadits yang telah disebutkan sebelumnya. Namun jika ada anak kecil yang melakukan ibadah haji maka ibadah hajinya tetap dianggap sah.

Pernah ada seorang wanita yang mengangkat anaknya kepada Rasulullah SAW:
“Apakah anak ini mendapatkan ibadah haji? Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ia, dan untukmu pahala”. (HR Muslim)

4. Merdeka

Seorang budak tidak wajib ibadah haji, akan tetapi apabila seorang budak melakukan ibadah haji maka hajinya tetap sah. Namun, hajinya belum memenuhi haji dalam Islam. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam berikut ini:

“Dan budak mana saja yang berhaji kemudian dirinya dibebaskan maka wajib bagi dirinya untuk melakukan ibadah haji kembali”. (HR Ibnu Khuzaimah)

5. Mampu

Ibadah haji hanya diwajibkan bagi orang yang mampu untuk melakukan perjalanan ke Baitul Haram dalam artian orang yang tidak mampu tidak diwajibkan untuk ibadah haji. Berdasarkan al-Qur’an dan hadits, berdasarkan firman Allah SWT:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. (QS al-Imran: 97).

Berdasarkan penjelasan diatas maka orang yang tidak mampu seperti orang tua yang sudah tua atau sakit-sakitan sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh tidak diwajibkan untuk melakukan ibadah haji.

Namun jika orang tersebut tidak bisa melakukan ibadah haji hanya karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan tetapi memiliki uang yang banyak, ia harus mewakilkan hajinya kepada orang lain tentunya kepada orang yang masih mempunyai hubungan darah dengannya. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW dari Abu Razin al-Uqaili radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya beliau pernah datang kepada Rasulullah SAW sambil bertanya:

“Ya Rasulallah, sesungguhnya bapakku sudah sangat tua, dan dirinya sudah tidak mampu untuk melakukan haji tidak pula umrah serta berangkat ke Makkah? Maka Nabi menjawab:
“Berhajilah kamu untuk ayahmu serta berumrahlah untuknya”. (HR at-Tirmidzi)

6. Adanya Mahram bagi wanita

Terdapat satu syarat yang di khususkan untuk wanita yaitu adanya muhrim yang menemaninya ketika berhaji. Sesuai dangan sabda Rasulullah SAW:

“Tidak boleh bagi seorang wanita bepergian kecuali bila ditemani oleh mahramnya, dan janganlah seorang lelaki masuk kepadanya melainkan bersama mahramnya”. Maka ada seorang yang bertanya: “Ya Rasulalah, sesungguhnya aku ingin pergi bersama pasukan ini dan itu, sedang istriku ingin berhaji? Maka beliau mengatakan: “Keluarlah, pergi bersama istrimu”. (HR Bukhari)

Bagaimana? Sudahkah 6 hal diatas dapat dipahami? Bila sudah terpenuhi syarat diatas, yuk berangkat haji bersama SimaSakti.